Sore,

(mungkin pernah ada curhatan dari teman seperti ini)

Kenapa yach sich saya ini ngak seperti orang lain…cepat sekali karirnya melesat….padahal setahu saya…dia orangnya biasa saja…tapi memang dia pandai menyenangkan atasan dengan omongan atau sesuatu yang tidak pernah kita tahu…(nach itu mungkin jawabannya, tidak selalu  hasil yang quantitatif yang harus dilihat, ternyata qualititatif sangat berpengaruh juga).

Kalau kita ngomongin income…memang tidak akan habisnya…namun sebagai gambaran adalah korelasi income dan lifestyle adalah sangat besar. kalau ada kekecualian dalam hal itu bisa disebut pencilan atau outlier yang jumlahnya mungkin ngak besar, misalnya; orang dengan income diatas 50 juta makannya masih diwarteg, tidak perlu baju yang bagus, dll, atau ada juga orang yang income dibawah 2 juta tetapi hidupnya serba mewah..nah ini yang harus diinvestigasi.

Rezeki salah satu yang ditentukan Tuhan,,tapi kita wajib berihtiar untuk mencarinya, urusan hasilnya serahkan sama Tuhan saja.

Artinya apa? kita wajib terus melakukan perbaikan dalam kemampuan, pengetahuan, sikap dengan tiada henti hentinya…karena seiring sejalan rezeki itu bisa datang dari mana saja, misalnya dengan tiba2 dipromosikan, tiba2 ada kesempatan bekerja di perusahaan lain yang lebih baik, atau menang dari sebuah perlombaan karena pintar, atau apapun…. (this is a key of life).

Apa yang harus kita lakukan? berjalanlah terus,  rubah cara pandang lebih universal…pandang bahwa manusia hanya bisa berusaha.. Tuhan lah yang memberikan hasil..

Dan ada satu hal yang mungkin bisa saya sharing; usahakan setiap apa yang kita peroleh tunaikan zakatnya, supaya rezeki kita tetap menjadi barokah.

Bayangkan di dunia saja; kita menabung di BANK diberikan bunga..apalagi kalau kita menabung  di TUHAN mungkin bunganya akan berlipat ganda, bisa diterima  pada saat didunia atau diakhirat nanti.. bayarkanlah zakat dengan ikhlas, berikan bumbu infaq niscaya kita akan diselamatkan dalam kehidupan ini.